Bombana, Urbantalk.id – Kekecewaan memuncak di kalangan petani Bombana setelah harga jual gabah di tingkat lapangan kembali anjlok, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) nasional yang seharusnya mereka terima. Puluhan petani yang tergabung dalam Forum Petani Bombana Bersatu tak tinggal diam. Mereka bergerak serentak mengeruduk Kantor Bupati Bombana pada hari ini, mendesak intervensi pemerintah daerah atas praktik harga pokok yang merugikan.
Petani mengungkapkan bahwa harga pembelian gabah di Bombana saat ini cukup variatif, berkisar antara Rp 6.200 hingga Rp 6.300 per kilogram. Angka ini membuat mereka merugi karena standar harga nasional yang diamanatkan dalam peraturan yang berlaku adalah Rp 6.500 per kilogram. Selisih tipis ratusan rupiah ini, dalam volume besar, menjadi kerugian signifikan bagi kesejahteraan petani.
Tuntutan Tegas : Copot Kepala Bulog hingga Kadis
Aksi unjuk rasa ini membawa tuntutan keras dan lugas. Massa aksi menilai anjloknya harga gabah merupakan imbas dari kelalaian pengawasan oleh pihak terkait. Oleh karena itu, tuntutan utama mereka diarahkan pada pergantian pejabat yang dianggap bertanggung jawab.

“Kami minta rekomendasi agar Kepala Bulog Bombana diganti,” tegas Sugito selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi. Kamis, (25/9)
Tidak hanya Kepala Bulog, sasaran kritik petani juga meluas ke jajaran pemerintah daerah. Mereka menyoroti kinerja Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Bombana.
“Rekomendasikan ke Pak Bupati Bombana untuk mengganti Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perindagkop, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan karena tidak dapat bekerja sesuai dengan tupoksinya,” ujar salah satu orator massa aksi dengan lantang yang disampaikan dihadapan Pj. Sekda Bombana
Bulog dan Pemda Angkat Bicara
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Perum Bulog Bombana memberikan klarifikasi terkait serapan gabah. Ia menjelaskan bahwa target serapan Bulog secara nasional telah tercapai, bahkan kantor pusat Bulog telah menutup permintaan anggaran pengadaan sejak akhir Agustus.

“Karena adanya 3 juta ton target di pertengahan tahun, maka 28 Agustus hari Sabtu, pengadaan anggarannya untuk 3 juta ton sudah dikunci dengan mekanisme permintaan anggaran ke kantor pusat,” jelas Kabulog Bombana.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Bombana, Sahrun, tampil di hadapan massa aksi dan menegaskan komitmen pemerintah daerah. Ia berjanji akan berpatokan teguh pada Inpres Nomor 6 Tahun 2025 yang menetapkan harga gabah petani harus mengikuti harga standar nasional Rp 6.500/kg.

“Apa yang menjadi keluhan masyarakat Bombana ini, kami akan segera kerjakan. Kita berpatokan pada Inpres Nomor 6 Tahun 2025 dengan harga gabah Rp 6.500/kg,” tegas Sahrun.
Pj. Sekda Bombana juga menjanjikan tindak lanjut serius, dengan segera melaporkan semua rekomendasi dari aksi demonstrasi petani ini kepada Bupati Bombana untuk diambil langkah-langkah strategis. Janji ini menjadi harapan bagi petani yang menanti keadilan harga atas jerih payah mereka.









