URBANTALK.id — Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pengendalian inflasi daerah tahun 2025. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pemerintah dalam menekan laju inflasi berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Monev difokuskan pada program strategis yang berhubungan langsung dengan stabilitas harga, mulai dari distribusi bahan pokok, pengendalian harga pasar, hingga kebijakan subsidi daerah.
Tim Inspektorat turut meninjau sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Perindagkop dan UKM, Dinas Perhubungan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, serta Bagian Administrasi Perekonomian Setda Bombana.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Perindagkop dan UKM menggelar pasar murah di beberapa kecamatan, yakni Rumbia, Rumbia Tengah, Rarowatu, Rarowatu Utara, Poleang, dan Poleang Barat.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan menghadirkan Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL) di Rumbia, Mataoleo, Rarowatu, Poleang Utara, Poleang Selatan, Tontonunu, Kabaena Barat, dan Kabaena Timur.

Kedua program ini menjadi bentuk intervensi langsung pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Inspektorat memastikan seluruh kegiatan tersebut berjalan sesuai ketentuan serta menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, Ridwan, S.Sos., M.P.W., menegaskan bahwa isu inflasi sangat krusial karena menyangkut langsung kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Monev ini, kami ingin memastikan kebijakan dan program pengendalian inflasi benar-benar berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok” Ungkapnya, Kamis, (2/10)
ia menambahkan bahwa “Ini juga untuk memperkuat peran pemerintah di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan, sebagaimana amanat undang-undang dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya. ( AdV )









