UrbanTalk.id – BOMBANA | Demi mendukung dan juga sebagai upaya membantu program nasional terkait pencegahan stunting, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bombana melakukan bimbingan terhadap Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kader Posyandu yang ada di Kecamatan Matausu pada Rabu (24/07/2024).
Kegiatan ini diikuti Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bombana, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Se Kecamatan Matausu, dan Kader Posyandu. kegiatan ini akan berfokus pada bimbingan pengisian laporan realisasi capaian pelaksanaan Posyandu.
Laporan realisasi capaian pelaksanaan Posyandu merupakan salah satu persyaratan kelengkapan administrasi penyaluran dana Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2024 sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 20 Peraturan Bupati Bombana Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengalokasian dan Pelaksanaan Anggaran Alokasi Dana Desa di Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2024.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Asyhadi Asyikin, S.KM, M.Kes, menyampaikan bahwa kehadiran yang aktif dari masyarakat dalam kegiatan Posyandu sangat penting untuk memastikan bahwa layanan kesehatan dasar tersedia dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
“Posyandu merupakan sarana yang efektif dalam melakukan pemantauan dan peningkatan kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil, balita, dan kelompok rentan lainnya”. ungkap kabid pemberdayaan ini

kegiatan bimbingan KPM dan Kader Posyandu di Kecamatan Matausuia juga menambahkan tujuan dari paa kegiatan ini merupakan bimbingan dan untuk meningkatkan partisipsi masyarakat terkait layanan di posyandu.
“Oleh karena itu, kami berupaya untuk memberikan bimbingan yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas layanan Posyandu di Kecamatan Matausu,” ungkapnya
selanjutnya Kepala Bidang PM, Asyhadi Asyikin, S.KM, M.Kes, menjelaskan tentang tata cara pengisian laporan dan cara menghitung capaian hasil cakupan kehadiran Posyandu, yang mana harus mencapai minimal 95% dari target yang ditetapkan.
“Cakupan kehadiran posyandu harus mencapai 95%. Jika tidak tercapai, maka tim yang terdiri dari KPM, Kader Posyandu, Bidan desa, dan Tenaga Kesehatan Puskesmas harus melakukan kunjungan rumah secara langsung”, terangnya.
Seluruh KPM dan Kader Posyandu di setiap desa yang ada di Kecamatan Matausu sangat antusias mengikuti kegiatan ini









