Urbantalk.id | Bombana – Program prioritas Pemerintah Kabupaten Bombana berupa bantuan Dana Desa 1 miliar per desa dan Dana Dusun 20 juta per dusun belum resmi diluncurkan pada Kemah Bakti Berani sebagai momentum ekspose 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana.
Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengkajian menyeluruh terhadap regulasi dan skema penyaluran bantuan tersebut.
“Untuk Dana Dusun, sekarang kita masih mengkaji payung hukumnya. Ini tetap menjadi prioritas kita, tapi harus dilandasi dengan aturan yang kuat,” ujar Burhanuddin saat ditemui di rujab Bupati Bombana di Kasipute, Senin (26/5/2025).
Terkait Dana Desa 1 miliar, mantan Pj. Bupati Konawe Kepulauan ini menambahkan bahwa skema pembagiannya pun masih dikaji apakah dibagi secara merata atau berdasarkan jumlah penduduk.
“Kita ingin prinsip keadilan dan efektivitas tetap terjaga. Apakah nanti dibagi rata atau berdasarkan jumlah penduduk, itu sedang kita kaji secara mendalam. Yang pasti, program tetap berjalan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kemah Bakti Berani, Hamlin, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan kemah belum secara khusus mengekspose program Dana Desa dan Dana Dusun karena tidak sesuai dengan tema sentral perkemahan tahun ini.
“Tema utama kita adalah ‘Pramuka Ekosistem Candra Dimuka Penguatan SDM Agrominapolitan’. Jadi fokus kegiatan lebih kepada pembinaan karakter, penguatan SDM, dan sinergi lintas sektor dalam pembangunan desa berbasis potensi lokal,” jelas Hamlin.
Ia menambahkan, Kemah Bakti Berani kali ini lebih menonjolkan peran 11 perangkat daerah dalam mengisi kegiatan edukatif dan inspiratif, seperti Festival Budaya Tua Moronene, sertifikasi nelayan, tabur benih ikan, hingga rembuk tematik One Village One Product (OVOP).
Meski belum menjadi fokus dalam perkemahan, masyarakat tetap menaruh harapan besar agar program bantuan langsung desa dan dusun segera terealisasi sesuai visi pemerintahan Burhanuddin–Ahmad Yani.









