Urbantalk.id | Bombana – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana, Ir. Sahrun, S.T., M.PWK, membuka secara resmi Lomba Bertutur tingkat SD dan MI se-Kabupaten Bombana, Selasa (22/7/2025). Mewakili Bupati Bombana, Sahrun hadir langsung membuka acara yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Dalam sambutannya, Sahrun menyoroti pentingnya keberanian anak-anak dalam berbicara di depan publik. Menurutnya, kemampuan bertutur bukan hanya soal menang lomba, tapi latihan berharga untuk masa depan.
“Anak yang bisa bertutur dengan baik berarti punya keberanian dan cara berpikir yang sistematis. Ini akan jadi modal penting ketika mereka tumbuh dewasa,” jelasnya di hadapan para peserta dan undangan.
Tak cuma itu, Sahrun juga memberi apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana. Ia menyebut lomba ini sebagai langkah nyata untuk menanamkan skill berbicara yang akan sangat berguna — terutama di era digital dan komunikasi publik yang makin terbuka.
“Ini bukan lomba biasa. Kita sedang bantu anak-anak melatih public speaking, yang nanti bisa jadi skill utama mereka di dunia kerja atau kehidupan sosial,” tambahnya.
Lomba bertutur ini diikuti 19 peserta dari 17 sekolah dasar dan madrasah. Masing-masing sekolah boleh mengirim maksimal dua wakilnya. Suasana lomba terasa semarak dan penuh semangat, apalagi dengan kehadiran dewan juri yang tak kalah inspiratif.
Beberapa juri yang terlibat antara lain Amir Haliq, S.Pd (penulis & pegiat budaya), Nurlela, S.S (guru & pegiat literasi), serta Halimatussa’dia, S.Pd., M.Pd, yang juga dikenal aktif dalam gerakan literasi.
Sahrun berharap, siapapun pemenangnya, lomba ini bisa memotivasi anak-anak Bombana untuk lebih percaya diri dan menjadi kebanggaan, tak hanya untuk sekolah atau keluarga — tapi juga untuk daerah.
“Yang juara nanti bukan cuma jadi ikon sekolah, tapi bisa jadi wajah baru Bombana yang penuh potensi,” ujarnya.
Lomba bertutur ini jadi momen menarik yang tak hanya mengasah kemampuan anak, tapi juga menunjukkan bahwa literasi dan kepercayaan diri bisa dibentuk sejak dini — lewat panggung kecil yang berdampak besar.









