
Rapat evaluasi difokuskan pada penilaian capaian program di dua sektor utama, yakni rehabilitasi sosial dan pemberdayaan sosial. Masing-masing bidang memaparkan progres pelaksanaan kegiatan, tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus strategi perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan.
Pada bidang rehabilitasi sosial, pembahasan menitikberatkan pada penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), meliputi pelayanan bagi lanjut usia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial. Selain itu, evaluasi juga mencakup penyaluran berbagai bantuan sosial, seperti alat bantu disabilitas (kursi roda dan tongkat), bantuan sandang, hingga santunan uang tunai bagi masyarakat rentan.

Evaluasi dilakukan guna memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
Dalam forum tersebut, Dinas Sosial juga memaparkan kesiapan menghadapi kondisi darurat melalui ketersediaan buffer stock logistik kebencanaan. Persediaan ini mencakup kebutuhan dasar korban bencana, mulai dari makanan siap saji, perlengkapan sandang, hingga logistik darurat lainnya yang dapat didistribusikan secara cepat saat dibutuhkan.
Sementara itu, pada bidang pemberdayaan sosial, pembahasan difokuskan pada penguatan pengelolaan data kesejahteraan sosial, termasuk pemutakhiran dan validasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Akurasi data ditekankan sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan penyaluran bantuan sosial agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial, Sadli Sirajuddin, dalam arahannya menegaskan bahwa evaluasi triwulan menjadi momentum strategis untuk memperbaiki kekurangan sekaligus memperkuat sinergi antarbidang.
Ia menekankan bahwa setiap program harus dijalankan secara akuntabel, terukur, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
“Kami meminta seluruh bidang teknis mempersiapkan data calon penerima manfaat secara matang dan akurat, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kriteria dan kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Rapat evaluasi ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai pedoman pelaksanaan program pada triwulan berikutnya. Melalui langkah ini, Dinas Sosial menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan demi mendorong terwujudnya kesejahteraan sosial masyarakat secara menyeluruh.









