JAKARTA, URBANTALK.ID — Lonjakan produksi beras nasional mulai terasa hingga ke daerah. Di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, gudang-gudang yang dulu kerap kosong kini justru tak lagi mampu menampung hasil panen yang melimpah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, kondisi tersebut menjadi bukti konkret meningkatnya produksi beras nasional dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, Perum Bulog terpaksa menyewa gudang tambahan, termasuk milik pemerintah daerah di Konawe Selatan, untuk menampung stok yang terus bertambah.
“Gudangnya Bupati Konsel dipinjam, disewa oleh Bulog. Sekarang penuh, sebelumnya tidak pernah terjadi. Ini testimoni dari Bupati,” ujar Amran saat menerima kunjungan Bupati Konawe Selatan di Jakarta, Minggu.

Secara nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah menembus angka 4,8 juta ton per pertengahan April 2026—angka yang melampaui capaian tertinggi tahun-tahun sebelumnya. Lonjakan ini sekaligus menandai perubahan signifikan dalam ketahanan pangan nasional.
Amran menegaskan, situasi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi masa lalu ketika gudang penyimpanan kerap tidak terisi penuh. Kini, kapasitas gudang eksisting, termasuk di Konawe Selatan, tak lagi mencukupi sehingga Bulog harus menambah ruang simpan hingga total sekitar 1,8 juta ton secara nasional.
“Selama merdeka pernah tidak sewa gudang? Penuh saja tidak? Tertinggi itu 2,6 juta ton. Sekarang stok CBP sudah 4,8 juta ton. Hebat tidak kebijakan Presiden Prabowo Subianto,” kata Amran.
Di tingkat daerah, perubahan itu dirasakan langsung oleh Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo. Ia menyebut seluruh gudang beras di wilayahnya kini terisi penuh, termasuk gudang milik pemerintah daerah yang sebelumnya jarang dimanfaatkan.
“Di tempat saya semua gudang beras penuh. Gudang kami ada dua, gudang pemda itu sebelumnya selalu kosong. Mulai tahun kemarin sudah dipinjam Bulog sampai sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Bulog Sulawesi Tenggara, Benhur Ngkaimi, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini mengelola 40 kompleks gudang dengan kapasitas total 120.000 ton. Dari jumlah tersebut, stok CBP yang tersimpan telah mencapai 104.000 ton.
Untuk mengantisipasi masa panen yang terus berlangsung, Bulog Sultra juga menyewa 27 kompleks gudang tambahan, termasuk dua unit di Konawe Selatan. Langkah ini dilakukan agar penyerapan gabah petani dapat berjalan optimal.
Di sisi lain, realisasi penyerapan gabah setara beras di wilayah Sulawesi Tenggara baru mencapai 38.000 ton dari target 119.000 ton sepanjang 2026. Namun, dengan kapasitas penyimpanan yang terus diperluas, optimisme terhadap peningkatan serapan hasil panen petani pun semakin menguat.
Fenomena gudang penuh ini menjadi potret baru sektor pangan nasional—di mana tantangan tak lagi soal kekurangan produksi, melainkan bagaimana memastikan hasil panen yang melimpah dapat terserap, tersimpan, dan terdistribusi dengan baik.









