Urbantalk.id | Bombana — Baru sehari menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Sahrun, S.T., M.P.W langsung dihadapkan dengan aksi demonstrasi dari warga.
Aksi ini berlangsung pada Selasa (1/7), digelar oleh sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera).
Dalam orasinya, para demonstran mendesak Pemerintah Kabupaten Bombana untuk segera menyelesaikan sejumlah persoalan krusial di Kecamatan Mataoleo. Tuntutan utama mereka adalah perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai sudah sangat membahayakan warga, serta pencabutan status wilayah industri di kawasan tersebut.
“Jalan menuju Mataoleo sangat memprihatinkan. Licin, berlubang, dan sering menyebabkan kecelakaan. Orang tua kami pernah jatuh hingga harus dirawat di rumah sakit,” ungkap Asri, salah satu perwakilan massa aksi dengan nada emosional.
Menanggapi aksi tersebut, Sekda Bombana Ir. Sahrun menunjukkan sikap terbuka. Ia menyatakan akan segera menindaklanjuti aspirasi warga kepada Bupati Bombana secara langsung.
“Setelah ini saya akan sampaikan langsung kepada Bupati Bombana,” tegas Sahrun di hadapan massa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana, Sofyan Baco, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal ini mengingat status jalan yang merupakan jalan provinsi.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi, karena ini juga merupakan bagian dari janji Pak Gubernur, termasuk soal jalan ke Kabaena,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sofyan menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengintervensi dengan dana operasional pemeliharaan (OP), asalkan mendapat izin dari pemerintah provinsi.
“Kalau memang Dinas PU Provinsi belum punya anggaran untuk pemeliharaan jalan Mataoleo, kami dari kabupaten siap intervensi, asalkan ada izin resmi dari provinsi,” pungkasnya.
Aksi ini menjadi ujian awal bagi Sekda Sahrun dalam menjawab ekspektasi masyarakat, sekaligus sinyal kuat bahwa perbaikan infrastruktur di Bombana tak bisa lagi ditunda.









