Jakarta, Urbantalk.id – Pemerintah mulai mematangkan langkah besar di sektor ketenagakerjaan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menggelar pertemuan strategis di Gedung Sekretariat Kabinet RI, Jakarta, Sabtu (25/4), dengan fokus utama memperluas jangkauan Program Magang Nasional untuk periode 2026–2027.
Dalam keterangannya seperti yang dikutip Antara, Sekretaris Kabinet Teddy mengungkapkan bahwa program magang saat ini menunjukkan antusiasme luar biasa. Dari sekitar 400.000 pendaftar, hanya 100.000 peserta yang terserap dalam pelaksanaan 2025–2026. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan akses pengalaman kerja bagi lulusan muda masih sangat tinggi.
“Pemerintah berencana meningkatkan kuota sekaligus memperkuat kualitas dan keahlian peserta pada periode berikutnya,” tegas Teddy. Ia menekankan, perluasan ini tidak sekadar menambah jumlah, tetapi juga memastikan peserta benar-benar siap bersaing di dunia kerja.
Program Magang Nasional sendiri dinilai menjadi pintu masuk penting bagi para sarjana. Selain pengalaman kerja nyata, peserta juga mendapatkan pendampingan dari mentor profesional serta upah bulanan setara UMP yang diberikan pemerintah pusat. Skema ini menjadi daya tarik utama bagi lulusan perguruan tinggi yang tengah mencari pijakan awal karier.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga memperluas fokus ke lulusan pendidikan vokasi. Dalam pertemuan tersebut, dibahas penguatan pelatihan vokasi bagi lulusan SMK guna meningkatkan kesiapan kerja sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menekan kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Kementerian Ketenagakerjaan pun terus menggulirkan berbagai program peningkatan keterampilan dan perlindungan pekerja, termasuk bagi buruh, tenaga outsourcing, hingga pekerja rumah tangga—kelompok yang selama ini kerap berada di lapisan rentan pasar tenaga kerja.
Sementara itu, tahap pertama Program Magang Nasional 2025 yang berlangsung sejak 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026 resmi berakhir. Penutupan dilakukan secara simbolis oleh Menaker Yassierli di Jakarta, Jumat (24/4).
Dalam pesannya kepada para alumni, Yassierli menegaskan bahwa program ini bukan garis akhir, melainkan awal perjalanan. Ia mendorong peserta untuk terus melanjutkan ke tahap berikutnya, termasuk program sertifikasi kompetensi.
“Tetap optimis dan semangat. Ini belum selesai. Masih ada peluang lain yang harus dimanfaatkan untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan rencana ekspansi dan penguatan kualitas, Program Magang Nasional kini diposisikan bukan sekadar program pelatihan, tetapi sebagai instrumen strategis pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja muda yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan industri.










