Tensi Memuncak : Iran-Israel Kembali Memanas, AS Angkat Bicara, Nuklir Jadi Sorotan Global

Internasional111 Views

UrbanTalk.id – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali mencapai titik didih pasca serangkaian insiden militer dan retorika tajam dari kedua belah pihak. Dunia internasional dibuat waspada setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan pernyataan keras soal eksistensi Israel, disusul dengan komentar dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menuduh Iran terus mempercepat pengembangan senjata nuklir secara diam-diam.

Tak tinggal diam, Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengingatkan semua pihak untuk menahan diri. Dalam konferensi pers terbarunya di Washington, Blinken menyatakan bahwa AS berkomitmen terhadap keamanan Israel, namun juga terus mendesak Iran untuk patuh pada kewajiban internasional soal nuklir.

“Kami tidak ingin konflik regional yang lebih luas. Namun, kami akan mengambil langkah tegas jika keamanan sekutu kami terancam,” kata Blinken.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam pidatonya di Teheran, menuding Israel sebagai akar instabilitas Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu membela dirinya terhadap “agresi Zionis”. Ia juga menyebut bahwa tekanan internasional soal nuklir Iran adalah bentuk standar ganda.

“Dunia buta terhadap persenjataan nuklir Israel, namun terus menekan kami yang hanya menggunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai,” ujar Pezeshkian.

Ketegangan ini tidak lepas dari bayang-bayang senjata nuklir, isu sensitif yang terus menghantui kawasan.
Iran saat ini masih menjadi subjek pengawasan ketat dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Berdasarkan laporan IAEA terbaru (Mei 2025), Iran telah mengakumulasi uranium yang diperkaya hingga 60%, jauh di atas batas 3,67% yang diizinkan oleh kesepakatan JCPOA (yang ditinggalkan AS sejak 2018).

Pilihan Editor  Serangan hebat guncang Beirut saat Israel perluas operasi di Lebanon

Meski demikian, Iran bersikeras bahwa program nuklirnya tidak bertujuan militer, dan menyebut pengayaan itu sebagai tanggapan atas sanksi yang terus diberlakukan.

Berbeda dari Iran, Israel hingga kini tidak pernah secara resmi mengakui atau menolak memiliki senjata nuklir. Namun, berbagai laporan intelijen Barat dan bocoran dari mantan teknisi nuklir Israel, Mordechai Vanunu, menyebut Israel memiliki arsenal sekitar 80 hingga 90 hulu ledak nuklir.

Israel bukan anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan tidak mengizinkan inspeksi IAEA terhadap fasilitas nuklirnya di Dimona, Negev.

“Ini adalah kemunafikan global. Negara dengan senjata nuklir nyata tidak pernah disorot,” kata seorang analis geopolitik di Doha.

Sikap ganda komunitas internasional soal nuklir kerap disebut sebagai penyulut ketidakpercayaan dan ketegangan regional.

Pilihan Editor  Pakar : Pemerintah Harus Segera Amankan Pasokan Minyak dan Gas, Waspadai Dampak Konflik Iran-Israel

AS, yang merupakan sekutu dekat Israel, kerap dikritik karena menutup mata terhadap program senjata Israel, namun agresif terhadap Iran.

Saat ini, Dewan Keamanan PBB belum mengeluarkan resolusi baru terkait krisis ini, namun berbagai negara, termasuk Rusia dan Tiongkok, menyerukan dialog multilateral guna mencegah eskalasi yang bisa mengarah ke perang terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *