Urbantalk.id – BOMBANA | Hasrat Haji Nabi sebagai calon Bupati Bombana nomor urut 3 mengingatkan kepada masyarakat Bombana di Taubonto tentang semangat berdirinya kabupaten Bombana dari kabupaten induknya Buton hingga mekar menjadi satu daerah otonom.
“Bahwa awal kisah sejarah lahirnya kabupaten Bombana ini, melepaskan diri dari kabupaten Buton tidak lain dan tidak bukan, kita ingin kampung kita sendiri di pimpin oleh orang orang yang lahir dan besar di kampung kita sendiri”. ungkapnya di Lapangan Arifin Sugianto, Taubonto sabtu malam. ( 12/10)
Dia menilai bahwa semangat awal terbentuknya Bombana bergeser dari yang seharusnya. Hasrat mengatakan bahwa hari ini banyak masyarakat Bombana berfikir untuk mendorong orang dari luar daerah untuk menjadi pemimpin memimpin Bombana.
“Hari ini nilai nilai itu tergeser, bergeser sangat jauh. banyak sodara sodara kita berfikir untuk mengambil pemimpin pemimpin dari luar menjadikan tuan di kampung halaman kita dan kemudian memaksakan kita untuk menjadi pelayan di kampung kita sendiri” ucapnya dihadapan masyarakat Taubonto
Hal itu diamini oleh salah satu tokoh pemuda Bombana, Abdul Rahman juga menilai bahwa jika masyarakat Bombana salah memilih pemimpin di Bombana maka 10 atau 20 tahun kemiskinan tidak akan berubah.
“Sejarah perubahan Bombana, ketika saudara saudaraku salah memilih (pemimpin), maka setara 10 atau 20 tahun, kemiskinan di Bombana tidak akan berubah”. ucap rahman saat berorasi di podium kampanye.









