URBANTALK – Pelataran Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Konawe Selatan berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga dari berbagai penjuru tumpah ruah demi menghadiri momentum emosional Halal Bihalal Akbar “Berkah Konsel SETARA”. Kehadiran pendakwah kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS), menjadi magnet utama yang mengubah seremoni keagamaan ini menjadi peristiwa bersejarah bagi Bumi Konsel.
Suasana khidmat mendadak berbalut haru saat Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, berdiri di podium. Di hadapan UAS dan ribuan mata jemaah, sang Bupati tak kuasa menahan gejolak emosinya. Suaranya bergetar, dan air mata jatuh saat ia menyampaikan permohonan yang tak biasa.
Sambil terisak, Irham Kalenggo secara khusus meminta Ustadz Abdul Somad untuk memimpin doa bagi seluruh rakyat Konawe Selatan. Ia memohon agar rakyatnya senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan di bawah ridha Allah SWT. Momen ini menjadi potret nyata kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya, sebuah pengingat bahwa kepemimpinan adalah amanah langit yang berat.
Dalam tausiyahnya yang memukau nan menyejukkan, UAS tidak hanya memberikan siraman rohani konvensional. Ia secara cerdas membedah visi SETARA (Sejahtera, Tertib, Aman, Religius, dan Amanah) melalui lensa syariat Islam.

UAS menegaskan bahwa keadilan sosial adalah inti ajaran Islam. Ia menyelaraskan program pembangunan daerah dengan tiga pilar dakwah.
Kemandirian Ekonomi: Pembangunan harus menyentuh akar rumput, memuliakan kemandirian warga.
Keadilan Sosial: Memastikan hilangnya kesenjangan mencolok demi mewujudkan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin.
Fondasi Kebijakan: Mendukung penuh kebijakan publik yang menjadikan nilai agama sebagai kompas utama.
Keberhasilan acara skala besar ini memicu apresiasi mendalam dari Ketua BKTM Konsel, Nurlita Jaya. Menariknya, Nurlita mengungkapkan bahwa kehadiran Dai sekaliber UAS sama sekali tidak menggunakan uang negara.
“Ini adalah bukti nyata bahwa jika kita bersatu dengan niat tulus, hal-hal besar bisa kita wujudkan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran negara,” ujar Nurlita.
Kegiatan ini murni dibiayai oleh donasi pihak swasta dan partisipasi masyarakat yang mencapai angka ratusan juta rupiah. Hal ini membuktikan kemandirian dan soliditas masyarakat Konawe Selatan yang luar biasa.

Tak hanya menjadi magnet rohani, acara ini sukses menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Para pelaku UMKM di sekitar lokasi melaporkan lonjakan pendapatan yang signifikan. Ribuan jemaah yang hadir menciptakan pasar kaget yang menghidupkan kantong-kantong ekonomi rakyat kecil.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran, Sekda Konsel, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, serta tokoh agama, adat, dan pemuda yang bersatu dalam semangat kebersamaan.










