Urbantak.id | Jakarta – Nama Lucky Hakim belakangan ini menjadi sorotan publik setelah mendapat teguran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait perjalanannya ke Jepang saat momen Idulfitri.
Menanggapi hal tersebut, Lucky memberikan klarifikasi usai diperiksa oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri). Ia menegaskan bahwa perjalanannya tersebut murni merupakan liburan keluarga yang sepenuhnya dibiayai dengan dana pribadi, tanpa menggunakan fasilitas atau anggaran dari pemerintah daerah.
“Saya jelaskan bahwa saya berangkat tanggal 2 April dan kembali ke Indonesia pada 7 April. Tidak menggunakan fasilitas negara, dana pribadi, dan tidak ada kaitannya dengan Pemda. Itu pun dilakukan pada masa cuti bersama,” ujar Lucky Hakim di kantor Kemendagri.
Ia juga menyatakan bahwa salah satu fokus pemeriksaan adalah terkait dugaan penggunaan dana perjalanan dinas. “Yang didalami adalah apakah saya menggunakan perjalanan dinas, apakah memakai anggaran APBD. Saya tegaskan, tidak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Lucky menyampaikan bahwa liburan tersebut adalah momen untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Ia bahkan menegaskan tidak ada fasilitas negara yang digunakan sejak keberangkatan hingga kepulangan.
“Bahkan ke bandara pun saya berangkat sendiri, tidak diantar fasilitas negara, dan pulangnya juga tidak dijemput. Ini benar-benar liburan pribadi bersama keluarga dengan dana pribadi. Semua bukti juga sudah saya sertakan,” jelasnya.
Sebagai informasi, meskipun perjalanan ini dilakukan di masa cuti bersama, Lucky tetap disorot karena dinilai tidak mengantongi izin resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun dari Menteri Dalam Negeri RI.









