MN KAHMI Desak Kapolda Kaltara Usut Tuntas Dugaan Penyiraman BBM ke Massa HMI

Headline News138 Views

Urbantalk.id | Jakarta Suasana panas mewarnai aksi demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Mapolda Kalimantan Utara, Kamis (17/7/2025), usai muncul dugaan serius soal penyiraman bahan bakar minyak (BBM) ke arah massa aksi. Insiden ini langsung memantik reaksi keras dari Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI).

Koordinator Presidium Majelis Nasional Kahmi, Rifqinizamy Karsayuda, angkat suara tegas. Dalam pernyataannya yang dikutip tvonenews.com, Rifqi mendesak Kapolda Kaltara untuk menindaklanjuti insiden tersebut secara serius dan menyeluruh.

“Saya meminta aparat penegak hukum, terutama Kapolda Kaltara, untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan secara serius terkait dugaan penyiraman BBM ke tubuh adik-adik HMI,” tegas Rifqi.

Ia menyebut, tindakan seperti itu tidak bisa dianggap sepele dan jelas-jelas mencoreng prinsip demokrasi dan kemanusiaan.

Massa Aksi yang terbakar akibat bensin menyebar di kerumunan massa aksi | Sumber foto rilismedia

Meski begitu, Rifqi juga mengimbau kepada seluruh keluarga besar HMI, terutama yang berada di Kaltara, agar tetap tenang dan tidak bereaksi secara berlebihan. Menurutnya, peristiwa ini harus dijadikan refleksi bersama tentang bagaimana menyuarakan pendapat di ruang publik.

“Mari jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar aksi demonstrasi dan penyampaian pendapat bisa dilakukan dengan lebih santun dan bermartabat, sesuai tradisi kita sebagai insan intelektual dan akademis,” lanjutnya.

Seruan Rifqi menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan menggantung. Ia menekankan pentingnya aparat kepolisian menegakkan hukum secara adil, bukan hanya untuk keadilan bagi para korban, tapi juga demi menjaga marwah demokrasi dan rasa aman dalam menyampaikan aspirasi.

Pilihan Editor  HMI Makassar Siap Jadi Tuan Rumah Kongres PB HMI XXXIII 2026, Didukung Penuh Pemkot

Majelis Nasional Kahmi kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum, sementara publik terus memantau perkembangan kasus ini yang sudah terlanjur viral di media sosial dan memicu gelombang simpati dari berbagai elemen mahasiswa di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *