KONAWE, URBANTALK.ID – Polemik kendaraan pawai kafilah Kabupaten Bombana pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Konawe terus menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia MTQ Kabupaten Bombana, M. Syukri Kasim, akhirnya angkat bicara.
Syukri mengaku kecewa terhadap hasil dekorasi kendaraan pawai yang dinilai jauh dari desain yang telah disepakati sebelumnya antara panitia dan pihak penyedia jasa.
“Kami sangat kecewa karena gambar desain yang kami terima dan telah disetujui sebelumnya ternyata tidak sesuai dengan hasil yang ditampilkan di lapangan,” ujar Syukri, Rabu, ( 24/6 )
Menurutnya, panitia telah memenuhi seluruh kewajiban yang diminta oleh pihak penyedia jasa, termasuk terkait pembiayaan. Bahkan, kata dia, panitia telah membuka ruang komunikasi apabila terdapat kekurangan anggaran dalam proses pengerjaan.

“Kami sudah memberikan biaya sesuai permintaan. Bahkan kami sudah menyampaikan, kalau memang masih ada kekurangan silakan disampaikan kepada kami. Namun pihak pembuat selalu mengatakan semuanya beres,” ungkapnya.
walaupun ia mengakui bahwa ada kendala mobil yang dalam gambar desain dan yang disediakan panitia berbeda “jadi memang mobil awalnya hailux, hanya hailux yang di Konawe tidak jadi, sehingga kami bawa grandmax dari Bombana tapi pihak LO masih menyagupi” katanya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun media ini dari sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihak panitia telah menyerahkan uang muka (DP) sebesar Rp5 juta kepada pihak yang mengoordinasikan desain kendaraan pawai.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa awalnya panitia difasilitasi oleh sebuah event organizer (EO) di Konawe untuk berkomunikasi dengan pihak yang mengaku mampu mengerjakan dekorasi sesuai konsep yang diinginkan.
“Kami sebenarnya merasa tertipu. Ada EO di Konawe yang mempertemukan kami dengan orang yang katanya bisa membuat desain seperti yang direncanakan. Kami sudah membantu pembelian bahan dan kebutuhan lainnya, tetapi kemudian masih ada permintaan tambahan yang menurut kami sudah tidak masuk akal,” ujar sumber tersebut.

Meski demikian, persoalan tersebut dikabarkan telah ditindaklanjuti. Pihak pembuat dekorasi disebut telah menemui perwakilan Pemerintah Kabupaten Bombana di Konawe untuk menyampaikan permohonan maaf atas hasil pekerjaan yang menuai kritik.
“Orang yang membuat dekorasi itu sudah datang menemui pihak pemerintah daerah dan menyampaikan permohonan maaf atas kelalaiannya,” tambah sumber tersebut.
Menanggapi polemik yang berkembang, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Sahrun, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah seluruh rangkaian kegiatan MTQ selesai dan rombongan kembali ke Bombana.
“Setelah pulang nanti akan kita evaluasi secara menyeluruh,” tegas Sahrun saat dikonfirmasi media Bombananews.com
Polemik ini menjadi perhatian masyarakat karena kendaraan pawai merupakan salah satu representasi daerah dalam ajang MTQ tingkat provinsi. Banyak pihak berharap evaluasi yang dilakukan nantinya dapat menjadi bahan perbaikan agar penampilan dan persiapan kafilah Kabupaten Bombana pada event-event berikutnya dapat lebih maksimal.









