BOMBANA, URBANTALK.ID — Pemerintah Kabupaten Bombana terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program yang berpihak pada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bombana, dengan pendampingan langsung dari Inspektorat Daerah.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 16 hingga 17 Oktober 2025, di dua lokasi berbeda yakni Gedung Serbaguna Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan, dan Halaman Terminal Pelabuhan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat. Kehadiran pasar murah ini menjadi solusi nyata pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di wilayah kepulauan Bombana.
Berbagai bahan pokok dijual di bawah harga pasar, di antaranya beras premium Rp110.000 per karung (10 kg), minyak goreng Bimoli Rp20.000 per liter, gula pasir Rp15.000 per kilogram, daging ayam Rp50.000 per ekor, bawang merah Rp30.000 per kilogram, dan telur ayam Rp45.000 per rak. Harga yang ramah di kantong ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah yang tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.
Antusiasme warga tampak begitu tinggi. Sejak pagi hari, masyarakat telah memadati area kegiatan untuk mendapatkan berbagai bahan pokok yang dijual. “Program seperti ini sangat membantu kami. Harganya jauh lebih murah dari pasar, jadi bisa belanja lebih banyak untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar salah satu warga Kabaena Selatan.
Kegiatan pasar murah ini turut dihadiri oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Bombana. Hadir pula para kepala OPD, camat, lurah, dan kepala desa di wilayah Kabaena Kepulauan.
Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pasar murah merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada warganya.
“Kegiatan pasar murah ini adalah bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok. Selain menekan inflasi, ini juga menjadi wujud komitmen kami dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ucapnya, Kamis, 16/10/2025
Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, Ridwan, S.Sos., M.P.W., menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan Inspektorat bukan hanya sebatas fungsi pengawasan, tetapi juga bentuk pembinaan agar pelaksanaan program pemerintah berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Melalui pendampingan ini, kami memastikan manfaat pasar murah benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi dan pembinaan bagi perangkat daerah agar lebih tertib dalam pengelolaan kegiatan publik,” ungkap Ridwan.
Ia menambahkan, sinergi antara Inspektorat, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta seluruh unsur pemerintah daerah merupakan kunci utama keberhasilan kegiatan tersebut. Pendampingan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dengan kerja sama lintas sektor yang solid, pelaksanaan pasar murah di Pulau Kabaena berjalan tertib, lancar, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin di wilayah lain agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pasar murah dan pendampingan aktif dari Inspektorat Daerah, Pemerintah Kabupaten Bombana membuktikan bahwa kehadiran negara tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di akar rumput. (Adv)










