Pemda Konsel Bantah Korban Berstatus ART Bupati, Minta Publik Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

URBANTALK.ID, KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan dugaan pencabulan yang disebut terjadi di rumah pribadi Bupati Konsel. Melalui Kepala Bagian Umum Setda Konsel, Sinartin Musuma, Pemda memberikan sejumlah klarifikasi atas informasi yang berkembang di publik.

Sinartin menegaskan, perempuan berinisial SA yang disebut dalam pemberitaan sebelumnya bukan asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di kediaman pribadi Bupati Konawe Selatan.

Menurutnya, perempuan tersebut memang pernah datang dengan tujuan mencari pekerjaan. Namun, permintaan itu tidak diterima karena rumah pribadi Bupati tidak sedang membutuhkan tambahan pekerja rumah tangga.

“Yang bersangkutan datang untuk meminta pekerjaan, tetapi tidak diterima bekerja karena memang tidak ada kebutuhan tambahan ART di rumah pribadi Bupati,” kata Sinartin, Kamis.

Meski demikian, lanjut dia, istri Bupati Konawe Selatan sempat memberikan bantuan uang transportasi sebesar Rp200 ribu karena merasa iba agar yang bersangkutan dapat kembali ke daerah asalnya. Namun setelah itu, perempuan tersebut diketahui tidak langsung pulang.

Pemda juga menegaskan, perempuan tersebut hanya beberapa hari berada di lingkungan rumah pribadi Bupati dan tidak pernah tercatat sebagai tenaga kerja ataupun staf rumah tangga tetap.

Pilihan Editor  Profil Teguh Setyabudi, Pj Gubernur Jakarta Pengganti Heru Budi

Tak hanya itu, Sinartin turut meluruskan informasi terkait keberadaan Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, saat dugaan peristiwa tersebut terjadi. Ia menyebut, Irham sedang berada di Jakarta dalam agenda resmi pemerintahan bersama DPRD Konsel.

Perempuan inisial SA diduga menjadi korban pencabulan saat menjalani visum di RS Bhayangkara | Foto kendariinfo

Agenda itu berkaitan dengan kunjungan ke BAKTI Komdigi RI untuk mendorong percepatan penuntasan wilayah blank spot internet di Konawe Selatan.

“Saat itu Bupati sedang berada di Jakarta dalam agenda resmi pemerintahan. Sementara Ibu Bupati berada di rumah jabatan Kabupaten Konawe Selatan, bukan di lokasi yang diberitakan,” jelasnya.

Pemda Konsel juga membantah informasi yang menyebut pria berinisial C merupakan petugas keamanan rumah pribadi Bupati. Sinartin menegaskan, pria tersebut bukan bagian dari unsur pengamanan resmi pemerintah daerah maupun petugas keamanan yang bertugas di rumah pribadi Bupati.

“Yang bersangkutan bukan petugas keamanan rumah pribadi Bupati dan bukan bagian dari personel pengamanan resmi pemerintah daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lokasi kamar yang ditempati perempuan tersebut berada tidak jauh dari pos penjagaan Satpol PP di lantai satu. Bahkan, di bagian belakang kamar juga terdapat pos keamanan Security Pertamina Ade Taksi yang aktif digunakan berjaga.

Pilihan Editor  Buka Turnamen Bola Voli di Rumbia, Bupati Inginkan Bombana Tuan Rumah Porprov 2026

Karena itu, Pemda Konsel meminta seluruh pihak menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian secara utuh dan objektif sebelum menarik kesimpulan.

“Dengan kondisi lingkungan yang dekat dengan area penjagaan, tentu semua pihak sebaiknya menunggu hasil penyelidikan kepolisian agar seluruh fakta terungkap secara terang,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Pemda Konsel menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung aparat kepolisian mengusut perkara tersebut secara profesional. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak membangun opini sebelum ada kepastian hukum.

sebelumnya, Kasat Reskrim Kota Kendari, AKP Wellianto Malau membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan terhadap perempuan inisial SA di Polres Kendari. “Iya benar, korban baru melaporkan malam ini, langsung didampingi anggota untuk melakukan visum ke RS Bhayangkara Kendari”, Rabu (13/5) seperti yang dukutip Kendariinfo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *