UrbanTalk.id, POLITIC.ID – Pemerhati Kebudayaan Moronene Anton Ferdinan dalam kesempatan Seminar Kebudayaan Moronene Mengajak anak muda Moronene untuk tidak boleh minder atau malu mengunakan bahasa Moronene di lingkungannya “di dunia ini tidak ada kebudayaan yang lebih tinggi dari kebudayaan yang lainnya, sejajarnya dia. Mau dari Aceh sampai Papua dengan peradabannya sama semua” (Minggu,25/8)
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bombana ini juga menyoroti kurangnya perhatian masyarakat Moronene dalam mengaplikasikan bahasa Moronene di lingkungan keluarga.
“misalnya kalau dikeluarga itu suaminya orang Moronene, lalu misalnya istrinya bukan Moronene dalam mengunakan bahasa Moronene ini jarang dan lebih sering bahasa Indonesia. Ini adalah Gejala yang harus di Ubah. untuk melestarikan Bahasa Moronene itu kembalikan dirumahnya atau kembalikan bahasa Moronene ditengah tengah keluarga” Ucap Anton

Pria yang pernah berprofesi sebagai wartawan Moronene Post ini mengajak semua masyarakat di Bombana untuk peduli terhadap kebudayaan Bahasa Moronene sebagai warisan Kebudayaan.
“ketika kita tidak memiliki kepedulian, mustahil ini bisa kita lakukan. Bahasa ini milik bukan milik pribadi, ini milik komunal, ini warisan Leluhur kita untuk kita jaga” ajaknya
Ia pun melanjutkan “untuk melestarikan Bahasa Moronene ke depan saya usul, dibuat Lomba berpidato mengunakan Bahasa Moronene, Lomba menulis surat mengunakan bahasa Moronene, Lomba menulis cerpen mengunakan bahasa moronene dan jika perlu menulis novel dengan mengunakan bahasa Moronene” harap anton
(Asb)****
#Budaya #Moronene #Kearifan #Bombana #AnakMuda #Jaga #Kebudayaan









