Seminar Kebudayaan Moronene di Padati Anak Muda Bombana

Urban Daerah287 Views

UrbanTalk.id | RAROWATU – Ratusan anak anak muda kabupaten bombana memadati Rumah Adat Moronene yang berlokasi di Kelurahan Taubonto, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana. (Minggu, 25/8)

Kehadiran anak anak muda Bombana di Rumah Adat Moronene ini dalam rangka mengikuti Seminar Kebudayaan Moronene yang mengangkat tema “Revitalisasi Budaya dan Bahasa Moronene dalam Era Modernisasi.”

Ditemui awak media Politic.id, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Rarowatu/IPPMAR, Usnal Saputra mengatakan kegiatan ini di ikuti ratusan mahasiswa dari berbagai daerah di Bombana

“ada seratusan lebih, dari 12 sekolah dari SMP sampai SMA ada juga dari mahasiswa” katanya ‘

Pilihan Editor  Wamendagri Bima Arya Sebut Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Mundur Maret 2025, Gegara Sengketa MK?

Kemudian Usnal mengungkapkan kegiatan ini upaya untuk memberikan rasa percaya diri, semangat dan motivasi kepada anak muda Bombana khususnya anak Moronene untuk bangkit.

“kami sebagai anak muda moronene itu bangkit, karena sejauh pandangan kami apalagi anak muda moronene ini agak minder. Sepulang dari sini, kami harap semangat nasionalis sukunya juga bangkit” ungkapnya

Lebih Lanjut Pria yang sedang menempuh pendidikan di kota Kendari ini mengatakan target kegiatan positif lainnya akan dikerjakan oleh IPPMAR “Mungkin nanti kami akan laksanakan kegiatan pelatihan pelatihan adat semacam Momani/Tarian Adat saat upacara pernikahan”

Anton Ferdinan Pemerhati Budaya Moronene bersama Panitia Seminar Kebudayaan Moronene

Selain itu, pemerhati budaya Moronene, Anton Ferdinan dalam kesempatan tersebut mengatakan fenomena pengunaan bahasa moronene yang tidak lagi membudaya di tengah keluarga Moronene “jadi ada fenomena, pengunaan bahasa moronene yang seharusnya dikembalikan kerumah dalam artian di kembalikan di tengah keluarga tetapi justru ditengah keluarga itu tidak mendapat ruang” katanya

Pilihan Editor  KPU Bombana sosialisasi Peraturan KPU nomor 8 tahun 2024

Lanjut pria yang juga Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bombana ini mengungkapkan untuk meminimalisir fenomena ini harus di mulai dari lingkungan kelurga “harus mengajarkan bahasa itu (moronene) harus dari rumah karena belum tentu anak anak kita akan mendapatkan bahasa moronene dari luar” ungkapnya

( Lap. – As*** )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *