Dino Patti Djalal Desak Menlu RI Tanggapi Kebijakan Visa Mahasiswa AS : “Ini Ujian Kepemimpinan Anda”

Urbantalk.id | Jakarta – Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, angkat bicara terkait kebijakan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang menghentikan sementara pemberian visa pelajar. Melalui akun media sosialnya, Dino mendesak Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, untuk segera merespons langkah pemerintah AS tersebut.

Dino, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, menilai penting bagi Menlu Sugiono untuk langsung menghubungi Menlu AS, Marco Rubio, guna menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap kebijakan yang dinilai meresahkan mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.

“Yth. Pak Menlu RI Sugiono, sudah saatnya Anda menelepon Menlu Amerika, Marco Rubio, untuk menyatakan keprihatinan atas kebijakan visa yang meresahkan mahasiswa Indonesia,” tulis Dino melalui akun X miliknya.

Pilihan Editor  Trump Bicara dengan To Lam, Vietnam Siap Hapus Tarif Impor Barang AS

Menurutnya, penanganan isu sebesar ini tidak cukup hanya dilakukan oleh pejabat di level menengah. Ia menegaskan bahwa ini adalah momen bagi Sugiono untuk menunjukkan kepemimpinannya dan menjadi corong aspirasi generasi muda.

“This is a test of your leadership. Be the voice of our youth, our people. Find a solution. Jangan nunggu atau lirik langkah negara lain,” ujar pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) tersebut.

Lebih lanjut, Dino menekankan pentingnya komunikasi langsung dan diplomasi yang tegas namun elegan dalam menjaga hubungan bilateral RI-AS, khususnya dalam bidang pendidikan.

Pilihan Editor  Pengundian Nomor Urut Pilkada Bombana, Hasrat-Rifai Ungkap Makna Nomor 3

“Hubungi Marco Rubio, dan dengan kepala dingin namun tegas, tagih janji komitmen yang bersangkutan untuk menjaga kemitraan RI-AS, terutama di bidang pendidikan. Tunjukkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat sejajar. Respectfully,” pungkas Dino.

Kebijakan visa pelajar AS ini menuai protes dari berbagai negara dan komunitas pendidikan internasional. Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak, mengingat banyaknya mahasiswa Tanah Air yang menempuh studi di Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *