JAKARTA, Urbantalk.id — Menjelang Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–29 September 2025 di Jakarta, persaingan calon ketua umum (caketum) mulai mengerucut. Dua nama yang menjadi sorotan adalah Plt Ketua Umum PPP sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, serta mantan Menteri Perdagangan RI (2019–2020), Agus Suparmanto.
Dilansir detik.com, Mardiono dinilai masih unggul karena mayoritas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP di seluruh Indonesia telah menyatakan dukungan. Deklarasi resmi dukungan tersebut bahkan digelar di Hotel Sheraton, Jakarta, pada Kamis (18/9/2025). “Mardiono adalah kader murni PPP, berkarir dari bawah, dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan struktur partai,” ujar salah satu pimpinan DPW PPP saat deklarasi.
Sebaliknya, Agus Suparmanto menghadapi tantangan berat. Meski memiliki pengalaman sebagai menteri, rekam jejak kontroversialnya dinilai menjadi hambatan. Pengamat politik Citra Institute, Efriza, mengatakan sederet kasus yang pernah menyeret nama Agus dapat mengurangi elektabilitasnya. “Kasus impor pakaian bekas, gula, hingga bawang putih yang membekas di ingatan publik jelas menjadi hambatan reputasi Agus,” kata Efriza, dikutip dari detik.com, Sabtu (20/9/2025).
Selain itu, status Agus yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga menimbulkan keraguan. “PPP memiliki tradisi kuat dipimpin kader internal. Risikonya nilai perjuangan partai tidak akan terasa jika dipimpin orang luar. Apalagi mayoritas dukungan kini condong ke Mardiono,” lanjut Efriza.
Nama Agus sebelumnya juga kerap dikaitkan dengan polemik kebijakan saat menjabat Menteri Perdagangan. Pada 2020, ia disorot karena lambatnya penerbitan izin impor bawang putih dan gula hingga memicu lonjakan harga. Kebijakan ekspor masker di awal pandemi pun menuai kritik.
Sementara itu, para kader PPP menegaskan sikap menolak calon eksternal. “Sejak berdiri pada 1973, PPP tidak pernah dipimpin ketua umum dari luar kader. Karena itu, kami tegaskan menolak calon eksternal,” kata para kader dalam video deklarasi yang beredar, sebagaimana diberitakan detik.com.










