BOMBANA, URBANTALK.ID – Peresmian Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Bombana tak sekadar menjadi seremoni administratif. Di balik gunting pita yang dilakukan Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, terselip pesan tegas tentang cara membangun—bukan hanya gedung, tetapi juga kualitas pelayanan publik dan masa depan sektor kelautan daerah.
Bertempat di Kompleks Perkantoran Bupati Bombana, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Senin (20/4/2026), Burhanuddin justru membuka sambutannya dengan nada kritis. Pandangannya tertuju pada halaman kantor yang dinilai belum tertata rapi pasca pembangunan.
“Ini belum terlalu rapi ibu, kita membangun sesuatu misalnya kantor, bangun gedungnya, lanskapnya tidak, hasilnya seperti ini,” sindirnya, mengisyaratkan bahwa pembangunan yang setengah hati hanya akan meninggalkan kesan yang tak utuh.

Kritik itu bukan tanpa tujuan. Di hadapan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, ia menjadikan momen tersebut sebagai pengingat bersama. Menurutnya, setiap proyek pembangunan harus diselesaikan secara menyeluruh—dari struktur utama hingga detail pendukung.
“Kalau membangun sesuatu itu tuntas, pekarangnya bagus, interiornya juga bagus. Biar tuntas, ini pembelajaran bagi kita semua khususnya bagi pimpinan OPD lain,” ujarnya menegaskan.
Namun, lebih dari sekadar evaluasi fisik bangunan, Burhanuddin menaruh harapan besar pada fungsi kantor baru tersebut. Ia menekankan bahwa Dinas Perikanan bukanlah instansi biasa, melainkan motor penggerak sektor kelautan—sektor yang menjadi tulang punggung kehidupan sebagian besar masyarakat Bombana.
“Saya minta implementasi pelayanan kantor ini agar lebih dari sebelumnya khususnya kepada masyarakat. Apalagi Dinas Perikanan yang memicu keberhasilan di sektor kelautan, di mana masyarakat kita lebih banyak mencari nafkah di laut,” ungkapnya.
Komitmen itu semakin diperjelas dengan rencana strategis yang ia lontarkan di penghujung sambutan. Burhanuddin memastikan pemerintah daerah tidak akan berhenti pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga akan mendorong hilirisasi sektor perikanan.
“Saya akan bangun industri perikanan di Bombana,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa arah pembangunan Bombana ke depan tidak hanya berfokus pada produksi hasil laut, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah. Dengan begitu, nelayan dan pelaku usaha perikanan diharapkan tidak lagi sekadar menjual hasil tangkapan, melainkan mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Peresmian kantor ini pun menjadi titik awal bukan akhir dari upaya panjang membangun sektor perikanan yang lebih modern, terintegrasi, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir.









