Bombana Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak, Ahmad Yani Ingatkan Peran Orang Tua

Pemerintahan112 Views

BOMBANA, URBANTALK.id – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) selama dua hari, 2–3 September 2025, di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana. Kegiatan ini diikuti 100 peserta, yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan, perangkat desa, organisasi masyarakat, serta perwakilan OPD terkait.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis Pemkab Bombana dalam meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat terkait pemenuhan hak anak, sekaligus mendukung program Kabupaten Layak Anak (KLA). Tak hanya itu, kegiatan juga diharapkan memperkuat perlindungan anak hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Dra. Hj. Zanuriah, M.Si, dalam sambutannya memaparkan kondisi anak di Sultra. Ia menegaskan, sepertiga dari total penduduk Sultra adalah anak, sehingga perlindungan dan pemenuhan hak anak harus menjadi perhatian serius.

Pilihan Editor  PKK Bombana Peringati HKG ke-53 dan Rakorda ke-10, Dorong Inovasi Pembangunan Daerah

“Per September 2024, tercatat 466 kasus kekerasan anak, terdiri dari 321 kasus dialami anak laki-laki dan 145 kasus pada anak perempuan. Maka dari itu, saya mengajak kita semua untuk terus meningkatkan peran, tugas, dan tanggung jawab dalam melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, yang hadir sekaligus mewakili Bupati Bombana, menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendidik dan membina anak sejak dini.

“Sebagus apapun teori yang kita dapat, apabila anak tidak dibina sejak dari rumah oleh orang tua, maka hasilnya tidak akan maksimal. Semoga pelatihan ini melahirkan kader-kader yang baik, dan para peserta dapat membawa manfaat di lingkungannya masing-masing,” kata Ahmad Yani, sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Pilihan Editor  Musorkablub KONI Bombana Disetop Sementara, Dualisme Rekomendasi Jadi Sorotan

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi terkait prinsip dasar Konvensi Hak Anak, strategi menuju Kabupaten/Kota Layak Anak, pencegahan kekerasan anak, serta mekanisme pelaporan kasus. Kegiatan juga dimeriahkan dengan tari kreasi dan pentas drama yang dibawakan anak-anak peserta pelatihan, sebagai wujud ekspresi sekaligus penguatan partisipasi anak.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bombana berharap lahirnya agen-agen perubahan di tengah masyarakat, tumbuhnya komitmen lintas sektor, serta semakin kuatnya koordinasi untuk mendukung pencapaian Kabupaten Layak Anak di Bombana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *