URBANTALK.ID, BOMBANA – Bupati Bombana menegaskan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan komitmen kepala desa dalam melayani masyarakat saat membuka kegiatan Rembuk Tematik One Village One Product (OVOP) yang dilaksanakan di Auditorium Tanduale, Kantor Bupati Bombana. Rabu, (28/5)
Dalam sambutannya, Bupati meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk mencatat kehadiran seluruh kepala desa. Ia menekankan pentingnya mengetahui alasan ketidakhadiran setiap kepala desa.
“Pak kadis kalau ada yang tidak hadir dicatat, kita harus tahu alasannya. Kepala desa yang bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat wajib kita apresiasi,” tegasnya.
Beliau juga menyoroti kedisiplinan sebagian kepala desa yang dinilai masih kurang.
“Apakah kepala desa masuk sesukanya? Ada kepala desa yang hanya masuk kantor sebulan sekali. Kalau ada aturan yang membenarkan itu, silakan. Tapi kalau tidak, saya akan ambil tindakan tegas,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa kepala desa memiliki tanggung jawab besar terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kalau tidak mampu memakmurkan masyarakatnya, minimal kunjungi rakyatnya. Jangan diam saat rakyat kebanjiran atau rumah mereka bocor,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal sikap kepala desa pasca-pemilu. “Jangan karena kemarin kalah lalu marah. Sekarang waktunya kerja untuk rakyat,” pesannya.

Sebagai bentuk penegasan komitmen, Bupati berencana membuat pakta integritas. “Setiap kepala desa yang ingin meninggalkan Bombana wajib izin kepada Bupati Bombana,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengajak semua pihak—termasuk camat, kepala desa, dan guru—untuk benar-benar menjadi pelayan masyarakat.
“Mari kita ubah mindset dalam mensejahterakan masyarakat. Turun ke lapangan, cari tahu masalah yang dihadapi rakyat, dan jika ada bencana, segera cari solusi. Kalau belum bisa membantu langsung, rangkul masyarakat dan bantu komunikasikan ke pemerintah agar mereka mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menekankan pentingnya bekerja dengan dedikasi dan hati nurani.
“Tolong jangan kerja asal-asalan. Rakyat membutuhkan uluran tangan kita. Mari kita bekerja sepenuh hati dan niat yang tulus,” tutupnya.









