Ketua SEMMI Kalteng Dipukul OTK, PB SEMMI Desak Polda Kalteng Tangkap Pelaku

Headline News176 Views

URBANTALK.id, JAKARTA – Tindakan kekerasan menimpa Afan Safrian, Ketua Umum Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kalimantan Tengah. Ia dipukul oleh orang tak dikenal (OTK) pada Selasa malam, 5 Agustus 2025, sekitar pukul 21.09 WIB di kawasan Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya.

Kejadian bermula saat korban bersama rekannya keluar dari kos di kawasan Bukit Keminting. Saat hendak menuju arah Jalan Yos Sudarso, tiba-tiba dua orang tak dikenal yang mengendarai motor matik berwarna hitam tanpa pelat nomor menyerang korban. Pelaku memukul bagian kepala dan wajah korban menggunakan kayu panjang.

“Korban sempat mencoba mengejar pelaku hingga ke daerah THM. Tapi pelaku langsung melarikan diri,” tulis keterangan dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi Nomor: LP/B/148/VIII/2025/SPKT/Polda Kalteng.

Pilihan Editor  DPR Usul Pengusaha Sumbang Program Makan Bergizi, Apindo : Kami Sudah Bayar Pajak

Afan melaporkan kasus ini secara resmi ke Polda Kalimantan Tengah malam itu juga. Laporan tersebut diterima oleh IPDA Hairun Majid Rifani, SH, dan menyebut bahwa korban mengalami luka pada bagian bibir dan kepala akibat pukulan benda tumpul.

Muhammad Senanta, S.H Ketua Bidang KK Pengurus Besar SEMMI menyebut aksi ini sebagai bentuk teror dan pembungkaman terhadap suara kritis mahasiswa. Sebab, Afan diketahui belakangan aktif mengkritik dugaan pelanggaran aparat di Kabupaten Seruyan dan membongkar isu dugaan korupsi di Dinas Perkebunan serta Dinas Kehutanan Kalteng.

Pilihan Editor  Terima Audiensi Para Buruh, Kapolri Apresiasi Upaya Menjaga Demokrasi

“Ini bukan hanya serangan ke tubuh, tapi juga pada demokrasi. Jika tidak diusut tuntas, kami anggap negara sedang abai terhadap kekerasan terhadap mahasiswa,” tegas Ketua Bidang Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan PB SEMMI.

Senanta juga mendesak Polda Kalteng untuk segera mengungkap pelaku dan memberikan jaminan perlindungan kepada kadernya. Jika tidak, mereka siap menempuh langkah hukum dan aksi massa untuk menuntut keadilan.

“Satu Ketua kami dipukul, tapi kami tidak akan mundur. Perlawanan terhadap ketidakadilan justru akan semakin besar.” desaknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *