Nilai Tukar Melemah Seiring Harapan Damai Iran – Amerika Meredup

JAKARTA, URBANTALK.ID — Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi bergerak melemah 69 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.483 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah karena harapan damai AS-Iran sedang meredup.

“Rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Mengutip Xinhua, Iran mengajukan draf proposal kepada AS untuk menghentikan konflik di semua lini, jaminan tak ada lagi agresi terhadap Iran, dan pencabutan sanksi AS serta blokade angkatan laut.

Pilihan Editor  Mata Air Kabaena Terancam, DPRD Sultra Siap Tinjau Aktivitas PT Almharig

Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi bergerak melemah 69 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.483 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah karena harapan damai AS-Iran sedang meredup.

“Rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Pilihan Editor  Seskab dan Menteri Ketenagakerjaan RI Bahas Magang Nasional 2026 - 2027

Mengutip Xinhua, Iran mengajukan draf proposal kepada AS untuk menghentikan konflik di semua lini, jaminan tak ada lagi agresi terhadap Iran, dan pencabutan sanksi AS serta blokade angkatan laut.

Pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga diprediksi takkan memberikan baik pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan akan turut menekan rupiah.

“Akan ada saham-saham yang didepak, dan beberapa saham kapitalisasi besar yang diĀ downgrade,” ujar dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.350-Rp17.500 per dolar AS.

sumber : antaranews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *