BOMBANA, URBANTALK.ID – DPRD Bombana menerima aspirasi dari gabungan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Bombana terkait rencana pinjaman utang Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana, Senin. (18/5)
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung dari titik Tugu Munajah hingga Kantor DPRD Bombana dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Massa aksi berasal dari sejumlah organisasi kemahasiswaan, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Dalam orasinya, Ketua Umum HMI Cabang Bombana, Wiwing, menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak rencana pinjaman daerah secara mutlak. Namun, ia meminta DPRD dan pemerintah daerah memastikan kebijakan tersebut benar-benar tepat sasaran serta berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kami tegaskan, kami tidak menolak peminjaman keuangan daerah. Hanya saja, harus tepat sasaran dan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Aspirasi mahasiswa tersebut diterima langsung Ketua DPRD Bombana, Iskandar. Ia menjelaskan bahwa wacana pinjaman daerah saat ini masih berada pada tahap perencanaan dan belum menjadi keputusan final antara DPRD dan pemerintah daerah.
“Terkait pinjaman, saya mau bilang itu masih prematur. Karena ini masih tahap rencana pemerintah daerah dan pembahasannya di DPRD juga belum menjadi kesepakatan bersama,” ujar Iskandar.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu turut menjelaskan bahwa proses pengajuan pinjaman daerah memiliki mekanisme panjang dan harus melalui persetujuan Kementerian Keuangan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

“Pinjaman itu prosesnya harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan. Kalau kemampuan fiskal daerah dianggap mampu, maka akan dikeluarkan rekomendasi sebelum dibahas lebih serius bersama DPRD dan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Meski demikian, Iskandar mengapresiasi aksi yang dilakukan Cipayung Plus Bombana. Menurutnya, kritik dan masukan mahasiswa menjadi pengingat bagi pemerintah daerah maupun DPRD agar lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan strategis terkait keuangan daerah.
“Kami secara kelembagaan mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi aksi hari ini. Ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan juga kami di DPRD,” katanya.
Selain Ketua DPRD Bombana, sejumlah anggota dewan yang turut menerima massa aksi di antaranya Kusmardin (PBB), Askhar (PAN), Just ang (PAN), Abdul Wahid (Golkar), serta Ahmad Sutedjo (Gerindra).











