UKW PWI Digelar, Kadis Kominfo Konsel : Wartawan Bukan Sekadar Penyampai Berita

KONAWE SELATAN, URBANTALK.ID — Di tengah derasnya arus informasi digital yang tak selalu ramah fakta, peran wartawan kembali diingatkan : bukan sekadar menulis berita, tapi juga menjadi penjernih, pengarah, bahkan penyambung suara publik.

Pesan itu menguat dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Konawe Selatan di Hotel Wonua Monapa, Rabu (6/5/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Konawe Selatan, Anas Mas’ud, tidak banyak berbasa-basi. Ia langsung menyoroti realitas yang masih terjadi, banyak wartawan di daerah belum mengantongi sertifikasi kompetensi.

“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Harus rutin tiap tahun, karena masih banyak wartawan di Konsel yang belum ikut UKW,” ujarnya.

Namun bagi Anas, isu kompetensi bukan sekadar soal sertifikat. Lebih dari itu, ia menekankan fungsi strategis media di tengah masyarakat yang kian kompleks.

Pilihan Editor  HUT ke-22 Konsel, Wagub Sultra Apresiasi Kemajuan Pembangunan dan Semangat Inklusivitas
Ketua Panitia UKW PWI Konsel, Perliansya

Di titik ini, ia menaruh harapan besar pada insan pers : menjadi corong yang bukan hanya menyuarakan informasi, tetapi juga menghadirkan edukasi dan menampung aspirasi.

“Kami ingin media tidak hanya menyampaikan informasi, tapi juga menjadi ruang edukasi dan wadah aspirasi masyarakat,” katanya.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Bagi pemerintah daerah, media adalah salah satu pintu paling jujur untuk membaca kondisi riil masyarakat apa yang dirasakan, apa yang dikeluhkan, dan apa yang perlu segera dibenahi.

“Dari situlah pemerintah bisa tahu kondisi masyarakat dan menentukan langkah ke depan,” lanjutnya.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan media, menurut Anas, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Informasi yang berimbang dan bertanggung jawab menjadi kunci agar pembangunan tidak berjalan dalam ruang hampa.

Di sisi lain, UKW yang berlangsung selama dua hari, 6–7 Mei 2026, menjadi langkah konkret PWI dalam menjaga standar profesi. Ketua panitia pelaksana, Perliansya, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas wartawan di Sulawesi Tenggara.

Pilihan Editor  Menanti PMK, Pemkab Konsel Siapkan Rp32, 2 Miliar untuk THR ASN
Direktur UKW PWI Pusat, Aat Suryasafaat sekaligus tim penguji saat menyampaikan sambutan

Sementara dari tingkat pusat, Direktur UKW PWI, Aat Suryasafaat, mengingatkan bahwa profesi wartawan bukan ruang yang bisa diisi sembarang orang.

“Tidak semua orang punya kesempatan menjadi wartawan,” ujarnya.

Sebuah pengingat sederhana bahwa di balik setiap berita, ada tanggung jawab yang tak ringan.

Dan UKW, setidaknya, menjadi satu cara untuk memastikan tanggung jawab itu dijalankan dengan standar yang jelas.

Agenda Pembukaan UKW ini diikuti Sarjono sebagai Ketua PWI Sulawesi Tenggara, Direktur UKW PWI Pusat Aat Suryasafaat, Ketua PWI Konawe Selatan, Ketua Bawaslu Konawe Selatan, Tim Penguji PWI Pusat, peserta wartawan dari berbagai media cetak maupun online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *